Menu ✖

Mode Gelap
Vonis Seumur Hidup untuk Yahya Himawan, JPU Masih Pertimbangkan Banding Kabiddokkes Polda PB : Hasil Otopsi Yanto Idorway Butuh Waktu karena Sampel Diuji di Lab Forensik di Luar Manokwari Dua Hari Menunggu, Otopsi Yanto Idorway Akhirnya Digelar di RS Bhayangkara Polda Papua Barat Kapolres Pegaf: Jenazah Yanto Ditemukan Terjepit di Celah Batu, Polisi Minta Otopsi Ungkap Penyebab Kematian Ribuan Warga Padati Kamar Jenazah RSUD Manokwari, Menanti Hasil Otopsi Yanto Idorway

PAPUA BARAT · 22 Mar 2023 05:52 WIT

Peringati Hari Nyepi Umat Hindu Di Papua Barat Diajak Selalu Wujudkan Kedamaian


 Peringati Hari Nyepi Umat Hindu Di Papua Barat Diajak Selalu Wujudkan Kedamaian Perbesar

MANOKWARI – Hari Suci Nyepi adalah suatu cara bagi umat hindu untuk merayakan Tahun Baru Saka, dimana perayaannya berbeda dengan perayaan hari besar lainya, karena Hari Suci Nyepi tidak dirayakan dengan kemeriahan, pesta dan lain – lain, tetapi Hari Suci Nyepi diselenggarakan dengan suasana sepi dan gelap sesuai dengan makna yang terkandung didalamnya.

Hari Suci Nyepi juga bukan hanya sebatas hari tanpa cahaya yang bersumber dari api atau listrik, tetapi maknanya erat sekali berhubungan dengan upaya introspeksi diri, kontemplasi atau perenungan sebagai manusia demi kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

“Hari Suci Nyepi dirayakan untuk menyambut Tahun Baru Saka dan sekaligus dimaknai sebagai Hari untuk pengendalian diri,” ucap Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor.

Ditahun ini, perayaan hari suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 mengusung thema, “Melalui Dharma Agama Dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia”. Dari thema itu, Dharma Agama adalah Umat Hindu dalam kehidupan beragama hendaknya dapat mentaati dan m pelaksanakan ajaran agama yang telah tertuang dalam Kitab Suci Agama Hindu.

Sedangkan Dharma Negara memiliki arti bahwa Umat Hindu sebagai warga Negara Indonesia wajib untuk menjaga, membela, menjunjung tinggi kehormatan negara dan mengisi kemerdekaan dengan selalu mengingat jasa para pahlawan.

“ Berdasarkan Tema Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 dan tahun 2023 masehi, maka umat Hindu hendaknya mampu menunaikan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara Republik Indonesia yang disebut Dharma Negara dengan cara – cara baik, mengedepankan nilai – nilai luhur sesuai ajaran Agama Hindu,” sebutnya.

Tak hanya itu, Umat Hindu di Papua Barat juga diharapkan bisa mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan rukun menjelang Pesta Demokrasi Indonesia.

Kata Luksen, hal ini juga menjadi harapan dan kebijakan dari Kementerian Agama yang tertuang melalui Program kegiatan Kementerian Agama tentang Kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama bagi Tokoh Agama, Tokoh pemuda, Tokoh Perempuan, Siswa dan Lembaga Pendidikan Agama dan Keagamaan serta program Pencangan tahun 2023 sebagai tahun Kerukunan Umat Beragama oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

“Termasuk didalamnya komitmen bersama Kementerian Agama dengan Bawaslu dan KPU untuk Pelarangan rumah Ibadah sebagai tempat kegiatan kampanye dan Politik praktis,” tandas Luksen Jems Mayor. (Rls/ACM)

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

BI Papua Barat Padukan Data dan Pangan Lokal untuk Perkuat Pengendalian Inflasi

24 September 2026 - 15:21 WIT

Tim Pemekaran Targetkan Kabupaten Pegunungan Meyah Terwujud Sebelum Tahun 2030

22 September 2026 - 19:29 WIT

Kapolda Papua Barat Tekankan Pencegahan Kecelakaan dan Disiplin Personel di Jalan Raya

22 September 2026 - 18:03 WIT

Ratusan Warga Suku Meyah Datangi MRPB, Minta Rekomendasi Adat Pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah

22 September 2026 - 17:59 WIT

FUN RUN 5K HUT ke-81 TNI Jadi Momentum Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

19 September 2026 - 11:34 WIT

Yosias Saroy Ajak Semua Pihak Bersatu, Struktur KONI Papua Barat Segera Dilengkapi

18 September 2026 - 18:54 WIT

Trending di PAPUA BARAT