MANOKWARI – Gandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Mengelar bakti sosial donor darah, Rabu (11/01/2023)
Dengan mengusung tagline setetes darah untuk kehidupan sejuta umat, kegiatan donor darah turut diikuti Kantor Kemenag Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak serta unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Papua Barat. Selain itu, hadir pula perwakilan mitra perbankan.
“Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan yang kita buat dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-77 Kementerian Agama Republik Indonesia,” ucap Kakanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor.
Luksen Jems Mayor juga menyebut aksi sosial donor darah yang digelar ini merupakan bagian dari Kementerian Agama peduli terhadap sesama.

“Kegiatan Donor Darah yang digelar Kanwil Kemenag Papua Barat bersama PMI dalam rangka menyambut Hari Amal Bhakti ke-77” ( Foto : Humas Kanwil Kemenag Papua Barat)
“Saya ajak kita semua untuk memadukan tenaga, pikiran, merangkaikan tangan bersama untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” ajak Luksen Jems Mayor.
Secara Khusus, Kakanwil Luksen Jems Mayor juga menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang dilakukan bersama PMI Provinsi Papua Barat.
“Tentunya dengan bantuan dari teman-teman PMI Provinsi Papua Barat, kita bisa membantu ketersediaan pasokan darah di Kabupaten Manokwari yang sering mengalami kekosongan. Karena dihadiri lebih dari 50 orang, maka hari ini target kita mendapatkan 50 kantong darah, semoga itu bisa tercukupi,” harap Luksen Jems Mayor.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI Papua Barat, dr. Christina mengakui bahwa kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Kementerian Agama Provinsi Papua Barat ini sangat membantu mereka karena ketersediaan pasokan darah yang ada di PMI Papua Barat sedang menipis.
“Tentunya kami dari PMI Papua Barat merasa bangga karena dilibatkan dalam kegiatan HAB Ke-77 dengan aksi donor darah. Dengan ini, stok darah kami yang kurang semoga bisa tercukupi,” ujar dr. Christina
Mengingat ketersediaan pasokan darah yang sering mengalami kekosongan, maka dr. Christina juga mengajak semua pihak untuk bekerja sama sesering mungkin dengan menggelar kegiatan bhakti sosial donor darah
“Kami juga berharap agar intansi lainnya juga bisa menggelar aksi donor darah dalam momen-momen tertentu seperti yang telah dilakukan oleh Kemenag, sehingga ketersediaan stok darah di PMI tetap terjaga,” harap dr. Christina.
“Masyarakat juga jangan takut untuk mendonorkan darahnya, karena selain untuk membantu sesama, donor darah ini juga sangat bermanfaat untuk kesehatan,” tandas dr. Christina.
Pantauan tim Humas Kanwil Kemenag Papua Barat, sebelum proses donor darah dilakukan, terlebih dahulu peserta melewati tahapan screening dan pemeriksaan kesehatan. Dalam tenggang waktu 2,5 jam terhitung sudah puluhan kantong darah yang dihasilkan. (Rls/ACM)






















