MANOKWARI – Penangkapan aktivis KNPB di Kabupaten Tambrauw pada Jumat (9/6/2023) lalu oleh gabungan aparat TNI-Polri saat tengah melakukan pelantikan badan pengurus dikhawatirkan mempengaruhi stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Namun Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga menjamin keamanan masyarakat di Kabupaten Tambrauw tetap terjaga.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Papua Barat kepada wartawan di Mapolda Papua Barat, Selasa (13/6/2023).
Dirinya mengatakan bahwa penangkapan terhadap kelompok KNPB merupakan tindakan cepat untuk menghalau aksi pro kemerdekaan.
“Tindakan yang kami lakukan kemarin yaitu tindakan cepat terhadap kelompok KNPB yang ingin membuat aksi klaim sepihak untuk pro kemerdekaan”, ujarnya.

Penangkapan 18 Aktivis KNPB Wil. Tambrauw beberapa waktu lalu.
Tim gabungan TNI-Polri yang berada di Tambrauw melakukan tindakan penegakan hukum agar masyarakat tidak terpengaruh kedalam paham yang sama yaitu pro kemerdekaan.
“Sehingga kami melakukan tindakan penegakan hukum agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu pro kemerdekaan”, tambah Kapolda.
Dijelaskannya hingga saat ini untuk situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tambrauw dipastikan selalu aman bahkan hingga nakes dan aparat pemerintahan. Selain itu, pihaknya belum berencana melakukan penebalan atau pergeseran personil karena situasi masih kondusif.
“Di Tambrauw sendiri semua dalam kondisi aman. Kita semua melakukan pengamanan semaksimal mungkin bagi nakes dan aparat pemerintahan”, tutur Silitonga.
“Kami kerahkan Polri maupun TNI untuk melakukan pengamanan dan menciptakan kenyamanan yang ada di Kabupaten Tambrauw. Tidak ada ancaman yang diberikan kepada masyarakat”, pungkas Kapolda. (ACM_2)






















