MANOKWARI – Perhelatan Nasional Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-XIV yang akan berlangsung di Provinsi Papua Baray tahun 2025, dipastikan dapat berjalan dengan aman.
Hal itu ditegaskan Asisten III Setda Papua Barat yang juga Ketua I Panitia Pesparawi Nasional XIV-2025, Otto Parorongan dalam rapat bersama Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) di Aula LPPD Papua Barat, Minggu (12/5/2024).
Otto Parorongan mengatakan jika wilayah Papua Barat relatif aman dibandingkan dengan Provinsi Papua yang beberapa wilayahnya masih terjadi pergolakan. Untuk itu Otto berharap para peserta ajang Pesparawi Nasional tak perlu merasa takut karena Papua Barat sangat aman.
” Kami paham ketakutan orang luar terhadap Papua. Memang beberapa wilayah di Papua masih terjadi pergolakan namun tidak semua wilayah demikian dan di Papua Barat ini sangat aman, jadi tidak perlu takut,” ujar Otto.
Sementara itu Ketua III Panitia Panitia Pesparawi Nasional XIV-2025, Abia Ullu memaparkan perhelatan akbar Pesparawi Nasional tahun 2025 akan menyedot sekitar 7.960 orang peserta ke Papua Barat.
Jumlah tersebut berasal dari 38 Provinsi, dimana 19 provinsi telah menginput perihal data kehadiran kontingennya.

Asisten III Setda Papua Barat yang juga Ketua I Panitia Pesparawi Nasional XIV-2025, Otto Parorongan
” Sampai saat ini sudah 19 provinsi yang mendaftar dan kita estimasi total sekitar 7.960 peserta yang datang ke Papua Barat, karena jumlah kontingen ada yang 80 hingga 200 orang,” terang Abia Ullu.
Sementara untuk akomodasi hotel yang tersedia mampu menampung sebanyak 3.852 orang, kemudian asrama mampu menampung 2.188, dan balai diklat 1.774 orang. Sedangkan sisanya sekitar 4.180 orang masih tengah diupayakan.
Demikian pula terkait transportasi udara yang sangat terbatas sehingga direncanakan akan berkordinasi dengan dengan pihak bandara dan kementerian perhubungan guna mencari solusinya.
” Saat ini hanya 1 maskapai saja yang melayani rute penerbangan udara, sehingga nanti hari Selasa bersama tim pusat sebelum bertolak ke Jakarta, akan bertemu dulu dengan pihak bandara Rendani dan Otban Manokwari untuk mencari solusi rekayasa saat kedatangan para kontingen,” tukasnya. (ACM)






















