MANOKWARI – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warijo mengukuhkan Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Papua Barat dari Rommy Sariu Tamawiwy kepada Setian. Pengukuhan KPw BI Papua Barat berlangsung di Auditorium PKK Provinsi Papua Barat, Kamis (18/1/2024).
Setian yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi KPw BI Maluku Utara dipercaya menjadi KPw BI Papua Barat, sedangkan Rommy S. Tamawiwy diberi tanggung jawab baru sebagai KPw BI Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya Gubernur Bank Indonesia Perry Warijo mengapresiasi kinerja dan kepemimpinan Rommy Sariu Tamawiwy yang sangat baik selama 2 tahun menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Papua Barat, sehingga mendapat promosi menjadi Kepala Perwakilan di Bangka Belitung.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Werijo.
Perry juga menjabarkan pada bulan Desember 2023, inflasi gabungan kota Papua Barat tercatat sebesar 2,94% (yoy). Tingkat inflasi gabungan kota Papua Barat tercatat berada pada rentang sasaran nasional yang sebesar 3±1%. Pada periode yang sama, Kota Sorong juga tercatat sebagai Kota dengan inflasi IHK terendah nasional dari total 90 Kota IHK. Pencapaian inflasi gabungan kota Papua Barat yang relatif terkendali dan masih berada pada rentang target nasional tidak terlepas dari sinergi serta kolaborasi yang terjaga antar anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat.
” Bank Indonesia di daerah hadir untuk dapat turut membantu dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam mencapai terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang didukung oleh inflasi yang rendah dan stabil,”tuturnya.
Selain itu, Bank Indonesia di daerah juga berupaya melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) Papua Barat serta Gerakan Bangga Berwisata Indonesia (GBWI), yang telah diimplementasikan di Papua Barat pada Mei 2023.
Dalam programnya, Bank Indonesia Papua mendorong laju perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor UMKM. Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga mencakup kerja sama pelaksanaan pasar murah dan sidak pasar yang dilaksanakan secara rutin di seluruh wilayah Papua Barat.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga mendorong perekonomian daerah sehingga daya beli masyarakat dapat terus berkembang. Dorongan ekonomi tersebut dilakukan melalui upaya- upaya pengembangan UMKM lokal dengan sistem klaster, yaitu dengan pemberian bantuan dan dukungan non-material seperti pendampingan pengurusan izin usaha serta sertifikasi halal, pelatihan penulisan laporan keuangan, serta berbagai upaya lain yang diharapkan dapat direplikasi lebih luas dan menjadi standar baru UMKM.
Dirinya berpesan agar dalam pengendalian inflasi dilakukan secara efektif dan efisien melalui kerangka 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
” Saya berharap di era kepemimpinan Saudara Setian, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat yang baru, dapat terus menghasilkan program-program pendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inovatif dan kolaboratif, serta berkoordinasi,” pesan Perry.

Pj. Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere
Sebelumnya Pj. Gubernur Papua Barat , Ali Baham Temongmere juga mengapresiasi kinerja Rommy Sariu Tamawiwy yang telah bekerja sama dengan baik dengan pemerintah khususnya dalam menjaga inflasi serta menjaga agar ekonomi terus tumbuh, menjaga daya beli masyarakat salah satuxnya melakukan korlaborasi pasar murah.
” Bersama BI dibawah kepemimpinan Pak Rommy juga mampu melaksanakan kegiatan gerakan bangga buatan indonesia serta mendorong digitlisasi perekonomian di Papua Barat. Harapanya dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin yang baru,” ujar ABT.
” Kalau ingat Pak Rommy, kita ingat gerakan 5B yaitu bangga menanam, bangga menjual, bangga membeli, bangga memasak, dan bangga memakan buatan dan hasil pangan lokal,” imbuhnya.
” Harapanya dengan kepala yang baru dikukuhkan, dapat terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemda untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Papua Barat,” harapnya. (ACM)






















