Menu

Mode Gelap
Kapolda Papua Barat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas di Manokwari 2 Terduga Pelaku Curat Pkm Sanggeng Diringkus Tim Tekab Polresta Manokwari Polres Pegaf Kerahkan Personil Gabungan Bantu Pencarian Korban Longsor Catubouw Longsor di Catubow, 1 Orang MD dan Belasan Orang Masih Dalam Pencarian Hari Pertama Pencarian Iptu Tomi Marbun Sempat Terkendala Cuaca

PAPUA BARAT · 15 Agu 2024 11:45 WIT

Kemajuan Program GOTA Stunting di Distrik Tomu : Upaya Berkelanjutan Turunkan Stunting


 Kemajuan Program GOTA Stunting di Distrik Tomu : Upaya Berkelanjutan Turunkan Stunting Perbesar

Tomu,Papua Barat – Melalui program Tangguh Public Health, dengan senang hati melaporkan kemajuan signifikan dari program Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) Stunting yang dilaksanakan di Distrik Tomu, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Program ini merupakan bagian dari komitmen bp dalam mendukung upaya pemerintah mengatasi masalah stunting di Kabupaten Teluk Bintuni.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis selama 1.000 hari pertama kehidupan, yang berisiko meningkatkan penyakit seperti diabetes, kanker, dan hipertensidi masa dewasa. Walaupun data Survei Status Gizi Indonesia (SGGI) tahun 2022 menunjukkan penurunan angka stunting secara nasional, namun di provinsi Papua Barat angka tersebut justru meningkat dari 26,2% di tahun 2021 menjadi 30,0% di tahun 2022. Pada bulan Juli 2023, sebanyak 604 balita dinyatakan mengalami stunting di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

Upaya penurunan stunting menjadi salah satu fokus utama pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sesuai Perpres No. 72 Tahun 2021, yang menekankan pendekatan holistikdan koordinasi antar pemangku kepentingan. Tangguh dan SKK Migas berpartisipasi dalam program GOTA Stuntingdi Taroy, Tomu-Ekam, dan Weriagar melalui program Tangguh Public Health yang juga meliputi program kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, malaria, TB, dan HIV.

Di Distrik Tomu, Tangguh melaksanakan GOTA Stunting di kampung Tomu, Adur, Ayot, Totitra, dan Ekam, dengan melanjutkan upaya yang sebelumnya dilakukan melalui kegiatan Dapur Gizi Distrik Tomu. Kegiatan GOTA Stunting meliputi pemberian makanan tinggi protein selama 42 hari kepada33balita stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di balai Posyandu atau rumah kader, dengan pemantauan oleh fasilitator lapangan Tangguh dan staf Puskesmas, serta mencakup promosi kesehatan dan praktik cuci tangan pakai sabun sebelum makan.

Salah satu balita peserta program yang berasal dari Kampung Tomu memiliki berat badan 7,3kg dan tinggi badan 77,8cm, atau dikategorikan sebagai stuntingsaat pertama kali mengikuti program ini, padahal dia sudah berusia 18 bulan.Selama mengikuti program, ibu dari balita ini aktif memberimakanan tambahan, menerima edukasi kesehatan, mempraktikkan pemberian makanan bergizi, serta rajin memeriksakan anaknya ke Posyandu.

Selama tiga bulan, balita juga menerima pengobatan tuberkulosis (TB) yang didiagnosis oleh tenaga kesehatan. Proses pengobatan ini didukung oleh kader dan pemerintah kampung yang memastikan sang anak mendapatkan pemeriksaan dan rujukan ke RSU Bintuni.

Petugas gizi Puskesmas setempat berperan penting dalam memberikan edukasi dan nutrisi tambahan yang diperlukan, sementara fasilitator lapangan Tangguh rutin memantau perkembangan status gizinya.

Hasil dari program GOTA Stunting ini sangat menjanjikan. Pada April 2024, setelah enam bulan mengikuti program, berat badansang anak naik menjadi 10,5kg dan tinggi badan 81,4cm, dengan status gizi normal. Meskipun status gizinya telah membaik, upaya dan dukungan lintas sektor tetap diperlukan untuk memastikan perkembangan ini berkelanjutan.

“Keberhasilan penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah distrik, kampung, Puskesmas, kader, tenaga fasilitator lapangan Tangguh, serta dukungan aktif keluarga. Kisah balita ini menunjukkan bahwa kerja sama yang baik dapat menghasilkan hasil yang luar biasa,” kata dr Bambang Setiawan, health discipline lead bp Indonesia.

Pejabat Sementara Kepala Distrik Tomu, Parman menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta aktif bp dan SKK Migas dalam upaya penurunan stunting melalui program Tangguh Public Health.

“Kami dari pihak distrik mengapresiasi peran bp dan SKK Migas melalui Tangguh Public Health yang telah berperan serta mengatasi mesalah stunting di distrik Tomu sebagai mitra pemerintah distrik, kampung, puskesmas serta pemerintah kabupaten Teluk Bintuni.  Selanjutnya kami berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan seperti ODF (Open Defecation Free) dan keberlanjutan program stunting.” ucap Parman. (rls)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemda Bisa Ajukan Keringanan Ke Pusat Terkait Klausul 30 Persen UU HKPD No 1 Tahun 2022

23 April 2026 - 20:58 WIT

Kepala BKN Sebut Gubernur Boleh Ganti Pimpinan OPD Tanpa Melalui Lelang Jabatan

23 April 2026 - 18:56 WIT

Gubernur Papua Barat Lantik Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari

23 April 2026 - 16:53 WIT

Mentan Tantang Papua Barat Sediakan Lahan Pengembangan Komiditi Pertanian

1 April 2026 - 19:23 WIT

Gubernur Mandacan Tegaskan Tidak Intervensi Pemilihan Ketum KONI Papua Barat

1 April 2026 - 19:14 WIT

Pemprov Papua Barat Siap Implementasi WFH Sesuai Kebijakan Pemerintah Pusat

31 Maret 2026 - 10:19 WIT

Trending di PAPUA BARAT