MANOKWARI – Perayaan Hari Pekabaran Injil (PI) ke-169 tahun 2024, digelar ibadah di Gereja Epicentrum Mansinam yang diperingati oleh ribuan masyarakat atas masuknya injil di tanah Papua melalui dua misionaris pertama Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler, Senin (5/2/2024).
Ibadah dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia Velix Vernando Wanggai yang juga menjabat sebagai PJ Gubernur Pegunungan, PJ Gubenur Papua Barat, Pj Gubernur Papua Tengah, Unsur Forkopimda, Bupati se-Tanah Papua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda maupun tokoh Perempuan di-Tanah Papua, yang di mulai pagi sekitar pukul 09.00 WIT.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Daniel Taigere dengan mengangkat ayat Alkitab dari Matius 5: 43-48, dan mengangkat tema, Kasih Kristus menggerakkan kemandirian gereja, mewujudkan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan.
Usai ibadah, Dalam sambutannya, PJ Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere selaku tuan rumah mengungkapkan bahwa dari perayaan ini dapat terlihat hasil dari kasih, dimana perayaan ini tidak hanya dihadiri umat Kristen namun seluruh suku dan agama yang ada di tanah Papua.
“Mansinam adalah saksi hidup hadirnya Injil di tanah Papua tepatnya di Pulau Mansinam, saya juga menyaksikan perkembangan Injil di tanah Papua. Ini penting bahwasanya ajaran kasih yang dibawa para misionaris telah membuahkan hasil dan terus disebarkan oleh seluruh umat manusia”, ujarnya.

Dirinya berpesan, agar setiap umat manusia dapat memanfaatkan kasih sebagai rasa Syukur yang harus terus dijaga untuk memupuk kebersamaan.
“Saya mau berpesan bahwa momentum ini adalah ungkapan yang harus di syukuri dan kita menjadi berkat di tanah Papua. Rasa syukur ini harus dijaga dengan kebersamaan dan kasih terhadap semua orang”, tuturnya.
Tak hanya itu, Ali Baham juga menuturkan bahwa situs Sejarah Pulau Mansinam harus terus dijaga dan di kembangkan, sehingga menjadi destinasi Rohani bagi setiap umat.
“Saya mendukung untuk kedapan bagaimana kita menata pulau Manasinam sebagai situs sejarah yang bernilai spiritual di tanah Papua”, ungkap Temongmere.

Selaku Ketua Panitia Dominggus Mandacan mengatakan bahwa perayaan 5 Februari setiap tahunnya harus digunakan sebagai ungkapan rasa Syukur kepada Sang Pencipta. Peradaban di Tanah Papua dimulai pada hari ini yang sudah berkembang dari seluruh aspek kehidupan hingga saat ini.
“Tanggal 5 Februari merupakan hal penting bagi orang Papua yang diraykaan sebagai ungkapan syukur atas lawatan Allah atas tanah Papua. 5 Februari merupakan momentum peradaban bagi umat Papua yang mencakup seluruh aspek kehidupan”, ucapnya
Kepala suku Besar Arfak itu juga melaporkan bahwa hari ini ada sekitar 15.000 orang yang datang ke pulau Mansinam.

“Spirit perdamaian yang dirangkaikan dalam HUT PI ini, diantaranya kami sudah mengadakan talkshow, Pawai Budaya Lintas Agama dan Suku yang diikuti 7.317 orang. Ibadah hari ini ditaksir dihadiri ada sebanyak 15.000 orang”, lapor Dominggus.

Sementara itu, pantauan media ini ribuan Masyarakat tak henti-hentinya berdatangan ke Pulau Mansinam, dimana terlihat seluruh area di Pulau ramai di padati Masyarakat. Panitia HUT PI ke-169 juga menyiapkan kapal feri gratis untuk nasyarakat yang datang ke Pulau. (ACM_2)






















